Palembang,Focuskini
PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) melalui Cabang Palembang terus menguatkan perannya dalam pelayanan sektor pelabuhan di wilayah Palembang, Sumatera Selatan.
PTP Nonpetikemas Cabang Palembang memiliki dua wilayah kerja yaitu Pelabuhan Boom Baru dan Pelabuhan Sungai Lais. Dua Pelabuhan ini memiliki peranan yang sangat penting bagi Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Selatan dan khususnya bagi masyarakat Kota Palembang dan sekitarnya karena merupakan pelabuhan yang dimanfaatkan untuk kegiatan bongkar muat barang dalam jumlah yang besar.
Sebagai salah satu cabang strategis, PTP Nonpetikemas Cabang Palembang memiliki peran vital dalam mendukung distribusi berbagai komoditas unggulan Sumatera Selatan, seperti CPO, batubara, hingga produk turunan industri. Dengan karakteristik pelabuhan sungai, cabang ini terus berinovasi untuk menghadirkan layanan operasional yang andal, efisien, dan berfokus pada kepuasan pelanggan.
“PTP Nonpetikemas Cabang Palembang khususnya Pelabuhan Boom Baru ini terus kami upayakan untuk memberikan pelayanan terbaik dengan menjadi jawaban atas kebutuhan pelayanan pelabuhan bagi masyarakat, instansi, hingga perusahaan yang beroperasi di wilayah Palembang dan sekitarnya terutama setelah beberapa kali melakukan aktivitas ekspor,” ujar Ade Affandi, Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Palembang.
Pelabuhan Boom Baru memiliki panjang dermaga hingga 507 meter dengan kedalaman mencapai -6 MLWS. Operasional yang berjalan menunjukkan bahwa pelabuhan ini memiliki luas lapangan penumpukan sebesar 21.855 M2. Peralatan yang lengkap juga tersedia diantaranya 4 unit jib crane, 3 unit head truck dan chassis, 2 unit hopper dan grab, 1 unit reach stacker, 3 unit forklift 3 ton, 1 unit forklift 10 ton, dan 1 unit jembatan timbang.
PTP Nonpetikemas Cabang Palembang mencapai throughput hingga 1.57 juta ton sampai dengan Desember 2025. Angka tersebut menunjukkan kontribusi PTP Nonpetikemas Cabang Palembang sejumlah 3,23% untuk throughput keseluruhan PTP Nonpetikemas yang mencapai angka 48,18 juta ton. Produktivitas bongkar muat yang ditangani Cabang Palembang mencapai 1.403 ton per ship per day (T/S/D) pada kemasan general kargo dan 2.847 T/S/D pada periode sampai dengan Desember 2025.
Produk kerupuk khas Palembang yang dikembangkan oleh UMKM binaan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan berhasil menembus pasar ekspor dengan pengiriman langsung melalui Pelabuhan Boom Baru sebanyak 17,1 ton. Pencapaian ini menjadi tonggak penting dalam mendorong daya saing UMKM daerah sekaligus memperluas eksposur kuliner khas Sumatera Selatan di pasar internasional.
PTP Nonpetikemas juga menunjukkan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melalui penyaluran bantuan alat produksi kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Palembang,“Pempek Pak Eko”. Bantuan ini merupakan wujud nyata komitmen PTP Nonpetikemas untuk mendukung pengembangan usaha dan peningkatan kapasitas operasional UMKM terutama di sekitar wilayah kerja PTP Nonpetikemas. PTP Nonpetikemas Cabang Palembang mengoperasikan terminal multipurpose yang melayani berbagai jenis komoditas, meliputi curah kering, curah cair, dan general cargo. Komoditas curah kering yang ditangani antara lain pupuk, bungkil, dan semen, sementara curah cair mencakup CPO, aspal, dan caustic soda. Pada segmen general cargo layanan meliputi berbagai muatan seperti alat berat (heavy equipment), project cargo, karet, kendaraan, serta komoditas lainnya.
Selain di Pelabuhan Boom Baru, operasional juga dilakukan di Pelabuhan Sungai Lais dengan fokus pada penanganan curah kering, curah cair, dan bag cargo. Komoditas yang dilayani meliputi pasir dan batu split untuk curah kering, semen dan pupuk untuk bag cargo, serta CPO dan turunannya untuk curah cair.(soim)








