Palembang,Focuskini
Wakapolda Sumatera Selatan Brigjen Pol Rony Samtana memimpin penyerahan delapan jenazah korban kecelakaan Bus ALS di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) kepada pihak keluarga di RS Bhayangkara Moh. Hasan Palembang.
Penyerahan yang dilakukan pada Jumat (15/5/2026) ini meliputi tujuh korban meninggal di lokasi kejadian serta satu korban selamat atas nama Jumiatun yang baru saja dinyatakan wafat setelah menjalani perawatan intensif.
“Kita rencanakan hari ini 14 jenazah akan kita serahkan kepada pihak keluarga untuk dikembalikan ke daerah asalnya masing-masing. Penyerahan akan dilakukan sesuai prosedur,” kata Brigjen Pol Rony Samtana di RS Bhayangkara Palembang dalam konferensi pers.
Dari delapan jenazah tersebut, tujuh korban yang dipulangkan adalah Zulpan Efendi menuju Medan, serta satu keluarga yang terdiri dari Agustina Maharani (24), balita Abella Zea Septiana, dan Aldi Sulistiawan ke Way Kanan, Lampung.
Selain itu, jenazah Ariyanto dan Martoni dibawa menuju Muratara, sementara jenazah Klinton Wardana Marbun diterbangkan ke Semarang melalui kargo Bandara SMB II Palembang.
Karolabdokkes Pusdokkes Polri Brigjen Pol Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti menambahkan bahwa salah satu korban yang dipulangkan berhasil dikenali melalui identifikasi medis yang mendalam. Identitas korban tersebut dipastikan memiliki hubungan kekeluargaan dengan jasad lainnya yang juga menjadi korban dalam tragedi ini.
“Selain itu, terdapat tiga jenazah yang teridentifikasi melalui data sekunder, yakni Abella Zea Septiana yang merupakan anak dari Aldy Sulistiawan dan Agustina Maharani,” ujar Brigjen Pol Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti.
Sementara itu, Yasmi, salah seorang kerabat korban pasangan suami istri Ngadiono dan Jumiatun mengungkapkan bahwa keduanya merupakan perantau di Medan yang baru saja bertolak dari kampung halaman di Pati pada awal Mei.
Namun, perjalanan kembali ke perantauan tersebut berakhir nahas setelah bus yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan di perlintasan lintas Sumatera pada 6 Mei 2026.
“Dia (Ngadiono) itu sudah dari bujang merantau ke Medan, tapi dia sering pulang ke Pati,” tutur Yasmi di sela proses penyerahan jenazah.
Berdasarkan pantauan, isak tangis keluarga pecah saat proses serah terima jenazah berlangsung sebelum diberangkatkan menggunakan ambulans dengan pengawalan ketat petugas kepolisian.
Satu korban lainnya, Jumiatun, turut dipulangkan ke daerah asalnya di Pati, Jawa Tengah, setelah dinyatakan tidak tertolong oleh tim medis pada Jum’at pagi sekitar pukul 08.45 WIB. (Tia)








