Palembang,Focuskini
Di tengah maraknya layanan transportasi online, Bluebird Group Palembang tetap menjadi pilihan utama warga Kota Pempek. Bukan hanya karena armadanya yang ikonik berwarna biru, tetapi karena filosofi pelayanan yang dijunjung tinggi, melayani lebih dari sekadar mengantar. Selama lebih dari 50 tahun di Indonesia dan belasan tahun hadir di Palembang, Bluebird membuktikan bahwa taksi bukan hanya soal argo dan tujuan, melainkan soal rasa aman, kejujuran, dan kepedulian.Hal itu dirasakan langsung oleh para pengguna setianya.
“Saya baru landing jam 11 malam di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II. Kalau taksi lain kadang bingung titik jemput, kalau Bluebird Palembang jelas. Pesan lewat aplikasi MyBluebird, langsung dijemput di pintu kedatangan. Mobilnya bersih, wangi, drivernya hapal jalan tikus biar tidak macet ke Jakabaring. Sebagai perempuan, ini soal rasa aman,” ujar Siti Zuaidah (33) warga Jakabaring.
Pengalaman serupa datang dari Yudiansyah (40), warga Kenten Laut. Ia mengaku pernah meninggalkan dompet berisi KTP dan ATM di jok belakang taksi.”Panik sekali waktu itu. Saya telepon call center 24 jam Bluebird, dilacak lewat nomor HP pemesanan. Sore itu juga dompet diantar driver ke rumah tanpa minta biaya tambahan. Sejak itu keluarga saya kalau butuh taksi, pasti Bluebird,” tuturnya.
Sementara itu Agus (43) warga Macan Lindungan Palembang mengatakan, pernah ketinggalan dompet di jok belakang Bluebird Palembang.
“Panik, karena ada KTP dan ATM. Saya telpon call center 24 jam, dilacak lewat nomor HP orderan. Sore itu juga dompet diantar driver ke rumah di Macan Lindungan tanpa minta biaya tambahan. Sejak itu kami sekeluarga kalau butuh taksi pasti Bluebird,”ujar pria asal Lampung ini.
Sedangkan Rendi (20) mahasiswa Unsri Indralaya ini mengungkapkan, bedanya Blue Bird pada sopirnya. Profesional, sudah training, pakai seragam, tidak ugal-ugalan. “Beda rasa naiknya, lebih tenang,”ujarnya.
Sementara itu Slamet (52), Driver Bluebird Pool Soekarno Hatta Palembang yang sudah 22 tahun mengabdi mengatakan, baginya menjadi driver bluebird bukan hanya sekedar menyetir. “Penumpang itu amanah. Pernah ada ibu mau melahirkan saya antar ngebut ke RS Charitas tapi tetap hati-hati, Alhamdulillah selamat. Kebahagiaan saya kalau penumpang bilang ‘terima kasih pak, nyaman’. Itu bayaran yang tidak ada di argo,” ujar pria yang pulang ke Talang Kramat Palembang ini.
“Aturannya jelas di Bluebird, kalau ada barang tertinggal harus lapor pool. Pernah saya temukan iPhone dan emas di jok belakang. Jujur sempat bingung, tapi saya ingat training. Langsung saya titipkan ke pool dan diantar ke rumah penumpang. Penumpang nangis terharu. Dari situ saya belajar, rezeki yang jujur itu bikin tenang tidur,”ujar Andi Syahrial (39), Driver Bluebird Palembang.
Sedangkan Ferdi Daulay (30) mengatakan, di Bluebird dididik jadi professional. “Dulu orang lihat supir taksi sebelah mata. Saya bangga pakai seragam biru ini. Sekarang saya bisa sekolahkan anak sampai kuliah dari hasil nyetir yang halal,”tuturnya.
Di Bluebird dikatakannya, tidak hanya dididik jadi supir, tapi dididik jadi profesional. Mulai dari cara bawa mobil yang aman dan nyaman, cara ngomong dan layani penumpang dengan santun, sampai cara jaga kebersihan mobil setiap hari harus kinclong. Di sini diajarkan disiplin waktu, jujur, dan tanggung jawab. Penumpang itu bukan cuma diantar, tapi harus dibuat merasa aman dan dihargai. Itu yang bikin saya bangga pakai seragam Bluebird.Jadi bukan sekadar cari setoran, tapi bawa nama baik perusahaan.
“Waktu itu di Jalan Sudirman Palembang saya lihat nenek bingung di pinggir jalan, lupa jalan pulang. Saya berhenti, saya tanya pelan-pelan, ternyata demensia. Saya tidak lanjut narik, saya antar nenek itu pulang sampai ketemu keluarganya. Bagi saya, seragam biru ini mengajarkan kami bukan cuma mengantar penumpang, tapi melayani sesame,”tutur Suhardi (40) warga Jalan Kebumen Palembang ini.
Manajemen Bluebird Palembang menegaskan, penghargaan Pengemudi Teladan diberikan dua kali setahun sebagai bentuk apresiasi kepada pengemudi yang bebas komplain, mengembalikan barang tertinggal, dan menunjukkan aksi heroik di jalan.Dengan dukungan aplikasi MyBluebird yang dilengkapi fitur Easy Ride, Fixed Price, Call Driver, dan pembayaran non-tunai via QRIS, Bluebird Palembang ingin memastikan setiap perjalanan warga Palembang, dari Ampera hingga Jakabaring, dari Bandara hingga ke rumah, selalu diantar dengan hati.Karena bagi Bluebird, perjalanan anda adalah tanggung jawab bluebird.(soim)











