Dua Mitra Binaan Pusri Toreh Prestasi Raih Sertifikat SNI

Palembang,Focuskini

PT Pusri Palembang sebagai anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong peningkatan daya saing Usaha Mikro dan Kecil (UMK) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Pada awal tahun 2026 ini, dua mitra binaan PT Pusri Palembang kembali menorehkan prestasi dengan berhasil meraih sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI).

Mitra binaan Izzu Pempek berhasil memperoleh sertifikasi SNI untuk produk pempek, sementara Dapoe Nineng meraih sertifikasi SNI HACCP untuk produk sambal kentang mustofa. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa produk kuliner lokal Palembang mampu memenuhi standar nasional dari sisi kualitas, keamanan pangan, dan konsistensi produksi.

Program sertifikasi SNI ini merupakan bagian dari program TJSL Pusri yang secara rutin dilaksanakan setiap tahun bekerja sama dengan Badan Standardisasi Nasional (BSN). Program ini bertujuan untuk mendukung UMK dalam memperoleh legalitas usaha berstandar nasional guna meningkatkan kualitas produk serta memperluas akses pasar.

Keberhasilan Izzu Pempek dan Dapoe Nineng dalam meraih sertifikasi SNI menegaskan bahwa mitra binaan PT Pusri Palembang siap bersaing di pasar yang lebih luas. Pusri berkomitmen untuk terus mendampingi dan memberikan ruang bagi UMK binaan agar mampu bersaing dengan produk-produk unggulan lainnya, khususnya di Kota Palembang.

Sebelumnya, pada November 2025, Pusri juga mencatatkan prestasi membanggakan melalui mitra binaannya Roemah Jumpoetan Palembang (RJP) yang berhasil meraih sertifikasi SNI untuk produk kain Jumputan Palembang. Prestasi tersebut tercatat sebagai sertifikasi SNI pertama dan satu-satunya di Indonesia untuk produk kain jumputan tradisional yang kaya akan nilai seni dan budaya.

Sertifikat SNI Roemah Jumpoetan Palembang diserahkan dalam rangkaian acara Bulan Mutu Nasional (BMN) 2025 yang diselenggarakan pada Rabu, 26 November 2025, bertempat di Auditorium Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Senayan, Jakarta Pusat. Penyerahan sertifikat dilakukan secara langsung oleh Y. Kristianto Widiwardono, selaku Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN).

Produk kain jumputan RJP dinilai telah memenuhi standar nasional yang ketat, mencakup kualitas bahan baku, teknik produksi, konsistensi mutu, serta aspek keamanan penggunaan. Pencapaian ini menjadi langkah strategis dalam upaya pelestarian produk tekstil tradisional Indonesia sekaligus membuka peluang pasar nasional hingga internasional.

VP TJSL Pusri, Alde Dyanrini, menyampaikan bahwa berbagai capaian sertifikasi SNI ini merupakan hasil nyata dari pembinaan UMK yang dilakukan secara berkelanjutan.

“Pusri berkomitmen mendorong mitra binaan agar tidak hanya bertahan, tetapi juga naik kelas melalui peningkatan kualitas dan pemenuhan standar nasional. Sertifikasi SNI menjadi salah satu instrumen penting agar produk UMK memiliki daya saing yang kuat dan berkelanjutan,” ujar Alde.

Lebih lanjut, Alde menambahkan bahwa keberhasilan mitra binaan Pusri, baik di sektor kuliner maupun produk budaya, diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi UMK lainnya.

“Kami berharap capaian ini memotivasi UMK lain untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produknya agar mampu bersaing di tingkat nasional bahkan global,” tambahnya.

Ke depan, Pusri akan terus memperkuat peran aktifnya dalam pemberdayaan UMK, melalui pendampingan, pelatihan, dan fasilitasi sertifikasi, guna menciptakan UMK yang mandiri, berdaya saing, dan berkontribusi bagi perekonomian daerah maupun nasional.(soim)