Kedatangan Tim Juri dari Jakarta, Kepsek SMK Negeri 8 Palembang Mengaku Bangga

Palembang,Focuskini

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tiba-tiba digeruduk tim penjurian dari Jakarta, Sabtu 29 November 2025.

Kedatangan tim juri Innovative Government Award (IGA) ke sekolah yang berlokasi di Jalan Panca Usaha Kelurahan 5 Ulu Kecamatan SU 1 Palembang itu tidak lain karena SMKN
8 Palembang menjadi salah satu lokasi penilaian dalam rangka validasi lapangan inovasi Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) Goes to School.

Kunjungan ini merupakan tahapan penting dalam menilai inovasi daerah Sumatera Selatan yang diusulkan ke tingkat nasional.

Kepala SMK Negeri 8 Palembang, Rafli S Pd M Pd mengatakan bahwa pihaknya merasa terhormat menjadi bagian dari proses penilaian GSMP.

Program ini, menurutnya menjadi salah satu upaya meningkatkan ketahanan pangan melalui kegiatan edukatif dan praktik langsung di lingkungan sekolah.

“Hari ini dilakukan penilaian dari pusat untuk Provinsi Sumsel. Salah satu aspek yang dinilai berada di SMK Negeri 8 Palembang, dan kami berperan aktif dalam lomba ketahanan pangan nasional. Tim telah melakukan peninjauan langsung, termasuk berdialog dengan pemerintah, siswa, dan guru,” terang Kepsek Rafli.

Kepsek Rafli menjelaskan, setelah melakukan penilaian di sekolahnya, tim juri akan melanjutkan kunjungan ke sekolah-sekolah lain di Kota Palembang serta sejumlah kabupaten/kota di Sumsel.

Dirinya berharap kontribusi SMK Negeri 8 dapat memberikan dampak positif bagi hasil penilaian provinsi.

“Kami memohon doa agar Sumsel meraih nilai terbaik pada penilaian tahun ini,” tuturnya.

Ditambahkannya, bahwa GSMP telah berjalan sejak tahun sebelumnya dan terus dievaluasi untuk memastikan efektivitas program.

Menurutnya, GSMP tidak hanya meningkatkan pengetahuan siswa tentang ketahanan pangan, tetapi juga menumbuhkan kebiasaan produktif yang bermanfaat bagi sekolah dan lingkungan sekitar.

“Melalui GSMP, kami menargetkan hasil maksimal agar ketahanan pangan di lingkungan sekolah semakin kuat,” terangnya.

Sementara itu, salah satu anggota tim penilai IGA 2025, Ira Hayatunisma SE MM menjelaskan bahwa penilaian GSMP meliputi berbagai aspek penting.

Selain meninjau aktivitas di lapangan, tim juga menilai landasan hukum program, seperti Peraturan Daerah, Peraturan Gubernur, dan dukungan pemerintah daerah.

“Kami menggali bagaimana pemerintah daerah menyinergikan GSMP dengan RPJMN, prioritas nasional, serta program daerah agar implementasinya selaras dan berkelanjutan,” ujarnya

Ira menilai GSMP sebagai program prioritas Gubernur Sumsel yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.

Menurutnya, program ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan lokal, tetapi juga membuka peluang untuk pengembangan produk pangan berbasis sekolah.

“Ke depan, produk pangan dari GSMP berpeluang menjadi pemasok MBG. Inovasinya bahkan bisa ditingkatkan lagi pada tahun berikutnya,” ujarnya lagi.

Melalui validasi ini, disampaikannya Sumatera Selatan berharap dapat menunjukkan komitmen kuat terhadap inovasi dan ketahanan pangan, sekaligus memperlihatkan peran sekolah sebagai pusat pembelajaran sekaligus penggerak kemandirian pangan daerah. (den)