Palembang,Focuskini
Semangat hidup sehat berpadu dengan kebanggaan budaya lokal terasa kental dalam kegiatan lari pagi yang dirangkai dengan peluncuran Senam Kriya (Kreasi Sriwijaya) Provinsi Sumatera Selatan. Kegiatan ini bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga momentum penting dalam memperkenalkan identitas budaya daerah melalui gerak tubuh yang dinamis dan penuh makna.
Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Selatan, Mondyaboni, S.E., S.Kom., M.Si., M.Pd., menuturkan bahwa kegiatan tersebut menghadirkan energi positif sekaligus memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat. Ia menyebut, antusiasme peserta sejak pagi hari menunjukkan bahwa kesadaran akan pentingnya hidup sehat semakin tumbuh, terutama ketika dipadukan dengan unsur budaya lokal.
“Pagi ini terasa begitu semarak. Tidak hanya berlari bersama, tetapi juga menjadi saksi lahirnya Senam Kriya sebagai identitas baru olahraga berbasis budaya Sumsel. Ini bukan sekadar gerakan fisik, melainkan representasi nilai, tradisi, dan semangat masyarakat kita,” ujarnya, Jum’at 24/4/2026.
Peluncuran Senam Kriya menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam mengangkat kekayaan budaya Sumatera Selatan ke ruang publik yang lebih luas. Gerakan-gerakan dalam senam ini dirancang dengan sentuhan khas yang terinspirasi dari kearifan lokal, sehingga tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga memperkuat rasa cinta terhadap budaya daerah.
Menurut Mondyaboni, kehadiran Senam Kriya diharapkan mampu menjadi media edukasi yang menyenangkan, khususnya bagi generasi muda, agar lebih mengenal dan mencintai warisan budaya sendiri. Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam mengembangkan dan melestarikan senam tersebut sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.
Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin menegaskan bahwa menjaga kesehatan dan melestarikan budaya bisa berjalan beriringan. Mari kita jadikan Senam Kriya sebagai gerakan bersama dari Sumatera Selatan untuk Indonesia,” katanya.
“Kepada seluruh masyarakat, khususnya warga Sumatera Selatan, untuk turut ambil bagian dalam gerakan ini. Dengan semangat “wong kito galo”, Senam Kriya diharapkan tidak hanya menjadi simbol kebugaran, tetapi juga identitas kebanggaan yang terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat,” tutupnya. (Has)













