Pelaku Terakhir Kasus Penembakan Semeteh Menyerah, Polisi Pastikan Semua Sudah Diamankan

Musi Rawas, Focuskini

Setelah sempat buron, pelaku terakhir dalam kasus penembakan di Desa Semeteh, Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas akhirnya menyerahkan diri kepada pihak kepolisian.

Pelaku bernama Hasani menyerahkan diri pada Kamis (21/5/2026) sekitar pukul 09.30 WIB usai dilakukan pendekatan persuasif oleh aparat kepolisian bersama pihak keluarga. Dengan penyerahan diri tersebut, seluruh pelaku yang terlibat dalam aksi penembakan kini telah diamankan polisi.

Sebelumnya, empat pelaku lain yakni Jhon Anthoni (62), Lagenda (27), Alfa Rizal (21), dan Reza lebih dulu ditangkap oleh petugas.

Kanit Reskrim Polsek Muara Lakitan IPDA Erwin mengatakan, pihaknya melakukan komunikasi intensif dengan keluarga pelaku agar Hasani bersedia menyerahkan diri dan mengikuti proses hukum.

“Kapolsek Muara Lakitan bersama anggota dan Unit Reskrim melakukan pendekatan kepada pihak keluarga agar pelaku mau menyerahkan diri,” ujar Erwin saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Jumat (22/5/2026).

Menurut Erwin, upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Keluarga pelaku kemudian menghubungi pihak kepolisian untuk menjemput Hasani dan membawanya ke Polsek Muara Lakitan.

“Pelaku diserahkan langsung oleh keluarganya dan saat ini sudah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” tegasnya.

Ia menambahkan, polisi masih terus mendalami kasus penembakan yang sempat menghebohkan warga Desa Semeteh tersebut, termasuk motif dan peran masing-masing pelaku.

Peristiwa itu bermula ketika HN menghadang kendaraan tangki pengangkut Crude Palm Oil (CPO). Tak lama kemudian, sebuah mobil Toyota Yaris berwarna oranye datang dari arah belakang dan berhenti di depan truk tersebut.

Beberapa orang yang berada di dalam mobil kemudian turun dan terlibat cekcok dengan korban. Situasi memanas hingga berujung aksi pengeroyokan dan penembakan terhadap sejumlah warga di lokasi kejadian.

Akibat insiden tersebut, tiga korban yakni ED, SA, dan FI mengalami luka tembak dan harus mendapatkan penanganan medis. Setelah melakukan aksinya, para pelaku langsung melarikan diri.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi tersebut diduga dipicu rasa tersinggung para pelaku setelah kendaraan tangki CPO yang mereka kawal dihadang korban. Perselisihan itu disebut berkaitan dengan pengurusan mobil tangki CPO di PT SPA Desa Semeteh. (*)