Tim Pembina Samsat Gelar Program ‘Samsat Menyapa’ di Seluruh Wilayah Sumsel

Palembang,Focuskini

Tim Pembina Samsat Provinsi Sumatera Selatan menggelar program “Samsat Menyapa” di seluruh kabupaten dan kota se-Sumsel untuk mendekatkan pelayanan administrasi kendaraan bermotor, Rabu (9/9/2026).

Langkah jemput bola ini ditujukan untuk memberikan pelayanan sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai tertib administrasi kendaraan dan keselamatan berlalu lintas.

“Samsat Menyapa bukan sekadar kegiatan pelayanan tentang administrasi kendaraan bermotor,” ujar Kepala Bapenda Sumsel Achmad Rizwan, Rabu (9/9/2026).

Pihaknya menjelaskan bahwa kehadiran petugas secara langsung di tengah masyarakat memiliki misi edukasi yang jauh lebih luas.

“Tetapi bagaimana kita hadir di tengah masyarakat untuk memberikan edukasi, membangun kesadaran,” jelasnya.

Melalui pendekatan yang inklusif, tim pembina mengajak seluruh elemen pengguna jalan untuk lebih disiplin dalam melengkapi dokumen serta mematuhi aturan berlalu lintas.

“Serta mengajak masyarakat bersama-sama menciptakan tertib administrasi dan keselamatan berkendara di jalan,” imbuhnya.

Program yang mengusung tema “Kami Hadir dan Siap Melayani” ini dijadwalkan berlangsung secara masif mulai bulan September hingga Desember 2026.

Kegiatan ini diprakarsai oleh Pemerintah Provinsi Sumsel bersama Polda Sumsel dan PT Jasa Raharja untuk mendekatkan layanan Samsat kepada masyarakat luas.

Inisiatif tersebut merupakan bagian dari komitmen Gubernur Sumsel, Herman Deru dan Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho dalam mendorong pelayanan publik yang lebih dekat, responsif, dan humanis.

Pelaksanaan program di lapangan dijalankan secara berjenjang oleh Tim Pembina Samsat Provinsi Sumsel beserta jajaran Samsat di tingkat kabupaten dan kota.

Tim ini melibatkan Kepala Bapenda Sumsel Achmad Rizwan, Dirlantas Polda Sumsel Kombes Pol Robertho Pardede, serta Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja Sumsel Mulkan.

Selain memberikan informasi administrasi kendaraan bermotor, petugas memberikan edukasi mengenai kepatuhan aturan lalu lintas dan pentingnya mengutamakan keselamatan saat berkendara.

Ia menilai kepatuhan administrasi kendaraan dan keselamatan berkendara memiliki keterkaitan erat dalam menciptakan ketertiban umum di jalan raya.

“Masyarakat diimbau untuk memenuhi kewajiban administrasi, mematuhi aturan lalu lintas, memastikan kondisi kelayakan kendaraan, serta menggunakan perlengkapan keselamatan diri dan pengguna jalan lainnya,” tegasnya.

Kehadiran petugas di lapangan diharapkan membuat penyampaian informasi lebih mudah dipahami serta mendorong warga lebih aktif memanfaatkan layanan Samsat.

Kolaborasi tiga instansi ini diharapkan tak sekadar menjadi agenda pelayanan rutin, tetapi mampu membangun budaya tertib administrasi dan keselamatan di Sumatera Selatan.

Ia mengatakan jika kesadaran bersama merupakan kunci utama agar seluruh masyarakat pengguna jalan dapat memperoleh perlindungan secara maksimal.

“Tertib Administrasi, Selamat di Jalan, Kita Semua Terlindungi,” tutupnya. (Tia)