Palembang,Focuskini
Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru,kalender akademik di Kota Palembang mulai menghitung mundur menuju masa libur panjang yang biasanya menjadi waktu paling ditunggu siswa. Euforia menyambut akhir tahun tampak dari aktivitas sekolah yang mulai menuntaskan agenda pembelajaran.Namun,di balik kegembiraan tersebut,Dinas Pendidikan(Disdik)Kota Palembang mengingatkan agar para siswa maupun orang tua tidak menjadikan libur sebagai alasan untuk melepas seluruh rutinitas pendidikan dan kedisiplinan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang,Ir. M. Affan Prapanca,M.T.,IPM,menegaskan bahwa libur akhir tahun seharusnya menjadi ruang yang seimbang antara istirahat,pemulihan energi, serta pengembangan diri.Ia menekankan pentingnya menjaga ritme belajar agar siswa tidak mengalami kejutan akademik ketika kembali ke sekolah pada semester selanjutnya.
“Libur sekolah memang penting untuk memulihkan stamina belajar, tetapi jangan sampai siswa benar-benar berhenti dari aktivitas intelektualnya. Mengulas kembali materi yang telah diperoleh selama satu semester akan sangat membantu mereka ketika masuk kelas nanti,”ujarnya.
Selain belajar mandiri sambungnya,Dinas Pendidikan mendorong siswa untuk mengisi waktu libur dengan kegiatan yang memperkaya pengalaman dan menstimulasi kreativitas.Aktivitas seperti berolahraga,mengikuti pelatihan singkat,mengembangkan hobi,hingga keterlibatan dalam kegiatan komunitas dinilai mampu memperkuat karakter dan kemampuan sosial anak.
“Kegiatan positif seperti olahraga,membaca,atau mengikuti kegiatan komunitas akan memberikan dampak jangka panjang bagi perkembangan mental dan fisik siswa.Penting bagi mereka untuk tetap produktif,meski berada dalam suasana liburan,”katanya.
Affan juga menghimbau,sekolah baik negeri maupun swasta untuk turut mensosialisasikan imbauan tersebut kepada siswa sebelum memasuki masa liburan.Upaya ini diharapkan mampu membangun kesadaran bahwa libur bukan sekadar waktu untuk bersantai,tetapi kesempatan untuk memperkaya diri.
Dalam kesempatan yang sama,ia menekankan peran krusial orang tua selama masa libur,terutama dalam memantau intensitas penggunaan gawai serta aktivitas siswa di luar rumah.Lonjakan penggunaan internet selama liburan kerap menjadi perhatian,mengingat maraknya konten yang tidak sesuai usia anak maupun potensi kecanduan gawai.
“Pendampingan orang tua sangat diperlukan,terutama dalam era digital sekarang.Penggunaan perangkat dan internet perlu diarahkan agar tetap edukatif dan tidak berlebihan.Kami berharap libur akhir tahun dapat menjadi momen berkualitas bagi keluarga, bukan justru sebaliknya,”tuturnya.
Ia menambahkan,selain mendorong kegiatan positif,ia juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap risiko kenakalan remaja yang cenderung meningkat selama masa libur panjang.Ia mengimbau agar orang tua memastikan anak berada dalam lingkungan yang aman dan terkontrol,baik saat berkegiatan bersama teman maupun saat mengikuti acara di luar rumah.
“Kita ingin memastikan bahwa libur ini tidak menimbulkan dampak negatif.Sinergi antara sekolah,orang tua,dan pemerintah daerah menjadi kunci agar anak-anak tetap berada dalam lingkungan yang aman dan kondusif,”ujarnya.
Menyambut pergantian tahun, Affan berharap,masyarakat dapat memanfaatkan waktu tersebut untuk mempererat hubungan keluarga.Aktivitas sederhana seperti berkumpul,berdiskusi ringan,bermain bersama,hingga memasak di rumah dinilai dapat menciptakan memori positif yang bermanfaat bagi perkembangan emosional anak,”pungkasnya.(hsn)













