Palembang,Focuskini
Di tengah persiapan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026, sekolah-sekolah mulai menguji kesiapan mereka melalui simulasi nasional yang digelar pada 9–17 Maret 2026. Simulasi ini menjadi tahap penting untuk memastikan pelaksanaan ujian berbasis digital dapat berjalan tanpa hambatan.
Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kota Palembang, Alhadi Iyan Saputra, menilai simulasi tersebut bukan sekadar latihan bagi siswa, melainkan bagian dari proses mengukur kesiapan akademik sekaligus membiasakan peserta didik menghadapi sistem ujian digital.
Menurut dia, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sengaja menghadirkan simulasi ini sebagai uji coba menyeluruh terhadap berbagai aspek teknis pelaksanaan ujian, mulai dari kesiapan siswa, stabilitas jaringan internet, perangkat teknologi yang digunakan, hingga sistem pengawasan ujian.
“Ujian nasional berbasis digital mulai diuji. Melalui simulasi nasional ini, pemerintah ingin memastikan seluruh sistem berjalan baik tanpa celah. Tidak hanya jenjang SMP, sekolah dasar juga ikut dilibatkan dalam uji coba ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, dalam simulasi tersebut, siswa mengikuti ujian pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika. Kedua mata pelajaran ini dipilih untuk mengukur kemampuan dasar literasi dan numerasi yang menjadi fondasi penting dalam proses pembelajaran.
berbagai persiapan telah dilakukan oleh sekolah agar siswa dapat mengikuti TKA dengan lebih tenang dan percaya diri. Simulasi yang berlangsung saat ini diharapkan menjadi tolok ukur penting bagi sekolah untuk melihat sejauh mana kesiapan infrastruktur, guru, dan peserta didik dalam menghadapi ujian yang sepenuhnya berbasis digital.
“Lebih dari sekadar uji coba teknis, simulasi ini juga diharapkan mampu membangun kepercayaan diri siswa saat menghadapi ujian akademik tingkat nasional.
Jika seluruh tahapan berjalan lancar, pelaksanaan TKA 2026 diharapkan tidak hanya menjadi alat evaluasi kemampuan akademik siswa, tetapi juga menandai langkah besar transformasi sistem evaluasi pendidikan nasional menuju era digital yang lebih transparan, akuntabel, dan berintegritas.
Harapannya, pelaksanaan TKA nanti bisa berjalan lancar dan menjadi bagian dari perubahan besar dalam sistem evaluasi pendidikan di Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Guru SD Negeri 226 Palembang yang juga bertugas sebagai proktor, Nuryadi Irsyad, mengungkapkan bahwa sebanyak 147 siswa kelas VI mengikuti simulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2026 di sekolah tersebut.
Menurut Nuryadi, pelaksanaan simulasi TKA di SD Negeri 226 Palembang berlangsung selama empat hari dan saat ini telah memasuki hari ketiga. Kegiatan tersebut digelar secara terjadwal guna memastikan seluruh peserta dapat mengikuti ujian dengan tertib dan lancar.
“Total ada 147 siswa kelas VI yang mengikuti simulasi TKA. Pelaksanaannya dibagi dalam dua gelombang setiap harinya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam setiap gelombang pelaksanaan ujian dibagi lagi menjadi empat sesi. Setiap sesi diikuti sekitar 20 siswa yang mengerjakan soal menggunakan perangkat komputer atau gawai yang telah disiapkan sekolah.
Pembagian sesi ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan ketersediaan perangkat serta menjaga kelancaran sistem ujian berbasis digital yang digunakan dalam simulasi tersebut.
Selain itu, pengaturan jadwal yang terstruktur juga bertujuan memastikan seluruh siswa dapat mengikuti simulasi dengan kondisi yang lebih kondusif, sekaligus meminimalkan potensi gangguan teknis selama ujian berlangsung.
Nuryadi menambahkan, hingga hari ketiga pelaksanaan simulasi, kegiatan berjalan relatif lancar. Para siswa pun terlihat mulai terbiasa menggunakan sistem ujian digital yang menjadi bagian dari transformasi sistem evaluasi pendidikan nasional.
Melalui simulasi ini, pihak sekolah berharap para siswa dapat lebih siap, baik dari sisi akademik maupun mental, saat menghadapi pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang sesungguhnya,” pungkasnya. (hasan)









