Palembang,Focuskini
Polemik kepemimpinan di tubuh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) kembali mencuat setelah putusan hukum terkait sengketa kepengurusan PB PGRI memunculkan dinamika baru di tingkat pusat. Situasi tersebut menjadi perhatian kalangan guru di berbagai daerah, termasuk Sumatera Selatan.
Meski demikian, Ketua PGRI Kota Palembang, Dr. Ahmad Zulinto, S.Pd., M.M., memastikan konflik yang terjadi di tingkat pusat tidak akan memengaruhi soliditas organisasi di daerah.
Menurut Zulinto, persoalan yang berkembang saat ini masih berada dalam proses hukum sehingga seluruh pihak diminta menghormati mekanisme yang berlaku.
“Kita lihat bagaimana proses hukumnya berjalan. Sebelumnya Prof Unifah Rosyidi pernah memenangkan perkara melalui putusan banding Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN). Namun kini muncul putusan yang memenangkan kubu Teguh Sumarno. Kita tunggu langkah selanjutnya, apakah ada banding lanjutan atau kasasi,” ujarnya.
Ia menegaskan, dinamika yang terjadi merupakan bagian dari proses hukum yang harus disikapi secara bijak dan profesional. Karena itu, ia meminta seluruh anggota PGRI tidak terpancing oleh konflik elite di tingkat pusat.
Menurutnya, struktur organisasi PGRI mulai dari pusat, provinsi, kabupaten/kota hingga kecamatan tetap berjalan kuat dan memiliki sistem yang solid.
“Insyaallah persoalan ini tidak berdampak terhadap PGRI di 17 kabupaten/kota di Sumsel. Organisasi tetap berjalan sebagaimana mestinya karena PGRI memiliki kekuatan struktur sampai ke bawah,” katanya.
Zulinto juga menegaskan bahwa PGRI hingga kini tetap menjadi organisasi perjuangan guru terbesar di Indonesia. Ia menilai perbedaan yang terjadi di tingkat pusat tidak boleh memecah persatuan para guru.
“PGRI tetap satu. Ini rumah besar perjuangan guru dan satu-satunya organisasi yang selama ini konsisten memperjuangkan kepentingan pendidikan dan kesejahteraan guru. Persoalan di pusat biarlah diselesaikan melalui jalur hukum,” tegasnya.
Di tengah berbagai spekulasi yang berkembang, PGRI Palembang memastikan fokus organisasi tetap pada pelayanan terhadap anggota dan peningkatan kualitas pendidikan di daerah.
“Kami tetap solid, tetap bekerja, dan menjaga marwah organisasi. Guru jangan sampai terpecah karena konflik di tingkat elite,” pungkasnya.(Has)














